Prancis Menanti Kroasia di Final Piala dunia 2018

Posted on

Prancis Menanti Kroasia di Final Piala dunia 2018

infopialadunia – Timnas Prancis berusaha menghapus catatan buruk di final Piala Dunia 2018. Sebelumnya tidak pernah ada finalis Piala Eropa yang bisa menjuarai Piala Dunia.

Prancis Menanti Kroasia di Final Piala dunia 2018

Les Bleus selangkah lagi mengulang pencapaian 1998 setelah membungkam Belgia 1-0 pada semifinal Piala Dunia 2018 di Krestovsky Stadium, Rabu 11/7/2018 dini hari WIB.

Kesempatan ini begitu berharga menyusul pengalaman pahit dua tahun lalu. Di depan publik sendiri, timnas Prancis dibungkam Portugal 0-1 pada final Piala Eropa.

Prancis Menanti Kroasia di Final Piala dunia 2018

Prancis Menanti Kroasia di Final Piala dunia 2018

 

Kroasia akhirnya berhasil mencapai final Piala Dunia 2018 Rusia setelah menaklukkan Inggris 2-1 di laga semifinal, Kamis 12/7 dini hari WIB tadi. Permainan Kroasia memang jauh melebihi kualitas tim Inggris.

Laga final akan dihelat pada Minggu 15/7 pukul 22.00 WIB mendatang, sementara perebutan tempat ketiga dimainkan sehari sebelumnya, Sabtu 14/7 pukul 21.00 WIB.

Perjuangan Kroasia sampai di final tentu tak mudah. Mereka bahkan harus bermain 90 menit lebih banyak dari Prancis, artinya Kroasia bermain satu pertandingan lebih banyak. Betapa tidak, mereka harus menjalani babak tambahan di setiap fase gugur, saat melawan Denmark di 16 besar, Rusia di delapan besar, dan terakhir Inggris.

Meski kelelahan, tetapi jelas mental Kroasia sudah teruji. Prancis harus berhati-hati.

Pada laga final yang dimainkan di Luzhniki Stadium nanti, Prancis jelas sedikit diuntungkan. Tenaga mereka lebih segar karena memiliki waktu istirahat lebih banyak, sementara Kroasia harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk memulihkan kondisi.

Bermain lebih dari 90 menit tentu sangat berisiko. Banyak pemain Kroasia yang kelelahan dan bisa berujung pada cedera. Dalam hal ini, staf medis Kroasia perlu mendapat pujian.

Prancis harus bisa memaksimalkan keuntungan ini dan berusaha mengakhiri pertandingan dalam waktu normal. Karena jika sampai harus perpanjangan waktu, mereka sudah tahu apa yang bisa dilakukan Kroasia.

Di sisi lain, perjuangan keras yang dilakukan Kroasia telah memupuk kekuatan mental mereka, tumbuh dan berkembang sepanjang turnamen. Jika ada satu tim yang pantang menyerah meski arah pertandingan tak mendukung mereka, Kroasia adalah tim itu.

Luka Modric sebagai kapten sekaligus pemain terbaik selalu berperan penting di setiap pertandingan. Bukan hanya soal gol dan assist, Modric bisa dibilang sebagai sumber kekuatan mental tersebut, dia menularkannya pada pemain-pemain lain.

Sementara itu, Prancis layak disebut sebagai tim yang lebih matang. Mereka tahu apa yang harus dilakukan saat skor imbang, menang, dan bahkan kalah.